god is never dead

Rumah Tanpa Jendela *Film Indonesia

Rumah Tanpa Jendela

Rumah Tanpa Jendela

Setelah sekian lama dunia perfilman Indonesia dipenuhi film horror dan berbau seks. Akhirnya ada juga film Indonesia yang termasuk kategori drama musikal yang benar-benar pantas ditonton oleh segala umur.
Film ini berjudul ‘Rumah Tanpa Jendela’, film yang berdurasi 100 menit dengan Seto Mulyadi dan Adenin Adlan sebagai sutradaranya. Sebaiknya saat kita ingin nonton ini kita membawa keluarga untuk menonton bersama film yang mendidik ini.

 

Film Rumah tanpa jendela ini dibintangi oleh Rara (Dwi Tasya), Rafi Ahmad (Raga/Ayah Rara) dan Yuni Shara (Asih/Bude Rara). Rara (Dwi Tasya) gadis kecil berusia 8 tahun, sangat ingin punya jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para pemulung tinggal di Menteng Pulo, Jakarta

Si Mbok (Ingrid Widjanarko), neneknya Rara – yang sakit-sakitan dan ayahnya, Raga (Rafi Ahmad) yang berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu, tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya saja. Rara juga punya Bude, Asih (Yuni Shara) Rara dan keluarganya untuk makan sehari-hari saja sudah sulit apalagi mengabulkan impian untuk memiliki jendela. Rara hanya tinggal di perkampungan kumuh dimana dia dan puluhan anak-anak lain tinggal bersama orang tua mereka yang memiliki beragam pekerjaan, yah termasuk juga sebagai pemulung. Rara yang juga bekerja serabutan dari mengamen dan mengojek payung pun hanya bisa meminta dan bersabar untuk selembar daun jendela.

Nah beda jauh dengan sisi kehidupan Rara, di tempat lain, Aldo (Emir Mahira) hidup di keluarga yang berkecukupan, rumah mewah dan segala kebutuhannya selalu terpenuhi, namun Aldo yang sedikit “berbeda” dengan anak lainnya merasa kesepian ketika Ayah dan Ibunya beserta kakak-kakaknya terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing. Kesepian Aldo sedikit terobati ketika neneknya, Nek Aisyah (Atie Kanser), memutuskan untuk tinggal di Jakarta dan menemani cucunya. Kesepian Aldo pun makin hilang ketika dia bertemu teman baru, Rara, walau harus diawali tidak baik, karena Rara pada saat itu tidak sengaja terserempet mobil yang ditumpangi Aldo dan neneknya. Sejak saat itulah, keduanya saling berbagi dan menjalin persahabatan yang tulus, Aldo jadi sering datang ke tempat dimana Rara tinggal, berkenalan dengan teman-teman Rara lainnya, termasuk menyumbangkan buku-buku untuk sekolah singgah dimana Rara dan teman-temannya belajar bersama guru sukarelawan bernama Bu Alya (Varissa Camelia).

Seperti Rara dan juga Aldo yang berbagi kehangatan lewat persahabatan layaknya sebuah sinar matahari pagi, “Rumah Tanpa Jendela” juga mampu membagi rasa hangat tersebut pada penontonnya, selain nantinya juga mengantarkan kita ke adegan demi adegan yang penuh keceriaan anak-anak, semangat dan kepolosan anak-anak di film ini berhasil mengajak kita untuk sementara waktu melupakan kesibukan kita untuk menyatu bersama mereka ke sebuah kisah yang diceritakan dengan pola sederhana namun tetap menyenggol dengan pas emosi dan hati penonton. Ketika film-film “ajaib” masih saja ngesot dengan enaknya dan nangkring dengan pe-de-nya di bioskop, film-film sederhana namun penuh makna dan pesan moral macam “Rumah Tanpa Jendela” menjadi begitu berharga, karena tidak hanya mengingatkan kita betapa kesederhanaan itu indah dan segala nikmat kehidupan itu patut selalu disyukuri.

Pemain – pemain nya🙂

Rafi Ahmad

Rafi Ahmad

Ingrid Widjanarko

Ingrid Widjanarko

Dwi Tasya

Dwi Tasya

Atie Kanser

Atie Kanser

Emir Mahira

Emir Mahira

Varissa Camelia

Varissa Camelia

10 responses

  1. Rammeee film nya…hehhehe tapi kadang bikin sedihh

    Maret 15, 2011 pukul 11:59 am

    • yaa🙂 udda nnton yaa ???

      Maret 15, 2011 pukul 12:39 pm

  2. ihsanulirfan

    wah film baru yah gan, harus nonton nih😀

    Maret 16, 2011 pukul 7:09 am

  3. aku juga udah nonton.. seruu😀

    Maret 16, 2011 pukul 8:51 am

  4. Cecil

    kerennn . aku jga ad nnton filmnya .
    itu baru fil bermutu indonesiaa ,🙂

    Maret 18, 2011 pukul 3:14 pm

  5. c'dick

    wweeehh kren uga ttu .. .

    Maret 20, 2011 pukul 2:06 pm

    • yaa dund🙂 udda nnton bluum ???

      Maret 20, 2011 pukul 2:08 pm

  6. film nya bagus ..🙂

    April 10, 2012 pukul 4:27 pm

  7. wah film nya banyak yg suka ya

    Agustus 16, 2014 pukul 9:07 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s